Opini



Tidak Ada Yang Tidak Mungkin, Selama Kita Mencoba dan Berusaha


Kita sering mendengar kalimat ^usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil^. Ketika kita berusaha dengan sekuat tenaga, maka kita akan memperoleh hasil yang sebanding dengan upaya atau usaha yang kita lakukan selama proses mendapatkan hasil, karena tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.

Bagi kita-kita yang kesulitan dalam menulis opini atau artikel atau yang lainnya, bisa menyemangati diri kita dengan kalimat motivasi tersebut. Sering kita mendengar keluhan, ^Saya bisa menulis awalnya tapi sulit untuk mengakhirinya^ atau saya tidak punya ide, Saya kesulitan merangkai kata, Apalagi saya sudah tua . Jadi biarlah digantikan mereka yang masih muda saja.

Tentunya perasaan insecure tersebut sering menghinggapi kita. Anda juga kan? Ini Saya mendapat pengalaman menarik dari membaca artikel tentang Napoleon Hill (https://ladypinem.com/invhttps://ladypinem.com/investasi/kutipan-terbaik-napoleon-hill/). Hill adalah sosok muda yang punya obsesi menjadi penulis. Tapi ia pemuda miskin dan kurang berpendidikan. Banyak keahlian yang perlu dikumpulkannya untuk mewujudkan ambisi sebagai penulis. Salah satunya, ia harus menaklukkan tantangan menguasai kosakata yang kelak ^dijualnya^. Namun, bisikan-bisikan dari orang-orang terpercaya justru memadamkan obsesi Hill, mustahil meraih gelar penulis katanya. Tapi Hill belajar tak mendengar. Ia tetap rajin menabung, mengumpulkan uang sepeser demi sepeser untuk membeli kamus paling bagus, paling lengkap, dan paling indah. Ia ingin kosakata dalam kamus itu segera dikuasainya. Namun, sebelum keinginan ini tercapai, hal aneh malah dilakukan Hill. Ia membuka halaman yang memuat kata ^impossible^ dalam kamus lalu mengguntingnya agar lepas. Terbuanglah kata negatif itu, dan tersisa kumpulan kata-kata tanpa konsep ^tidak mungkin^. Sejak itu Hill membangun seluruh cita-cita dan kesuksesannya dengan mindset baru, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang ingin tumbuh dan berkembang. Seperti yang bisa kita lihat sekarang, Hill mampu menulis buku yang laris dan monumental sampai sekarang, salah satu bukunya Think and Grow Rich (1937).

Dari sini, apakah kita juga perlu melakukan hal yang sama seperti Hill? Saya tidak menyarankannya. Karena poin penting dari tulisan di atas adalah abaikan dalih kemustahilan. Singkirkan kosakata itu dari percakapan-percakapan dan pemikiran Anda. Karena pemikiran ini akan mempengaruhi segala apa yang kita lakukan. Biarkanlah konsep itu lenyap dan gantilah dengan ide yang lebih inspiratif dengan kata ^possible^, bahwa anda pasti BISA menulis, jika Anda berpikir BISA menulis.

Inilah kesadaran yang wajib ditumbuhkan. Anda adalah apa yang anda pikirkan. Setuju, kan? Dari sini, marilah kita mencoba untuk menulis walaupun dimulai dari ide-ide yang receh. Coba kita baca di artikel berita yang bersliweran di medsos kita. Mayoritas para penulis itu juga menulis ide atau tema yang sering kita lihat, dengar, dan baca.

Satu lagi yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Menulislah untuk memotivasi, menasehati dan saling mengingatkan pada hal-hal yang benar dan ilmu yang bermanfaat. Dengan demikian, menulis juga bisa menjadi cara buat kita berinvestasi dunia akhirat. Jejak tulisan kita yang tersimpan dan diabadikan, akan menjadi bacaan dan sumber informasi sepanjang zaman. Terlebih juga akan menjadi sumber inspiratif. Apalagi kalau tulisan kita mampu mencerdaskan seseorang dan membuat seseorang berubah menjadi lebih baik.

Dahulu kala menulis musti ditulis memakai tinta dan tangan. Sekarang Dunia telah lebih maju, ada laptop, komputer atau gadget dan mesin cetak modern seperti sekarang yang bisa kita gunakan sebagai sarana untuk menulis. Jadi anggaplah ini adalah secuil tantangan untuk anda dan saya. Menulislah dimulai dari opini, artikel, dan buku-buku berharga untuk menggantinya.

Jangan Bilang Tak Mungkin, ya. Selamat mencoba. Anda pasti bisa. Bismillah, Bisa.

Tatik Widowati, S.Si

Guru Sains