OPINI

Pameran Karya Virtual dengan Google Sites

Pembelajaran Masa Pandemi

Hampir setahun pembelajaran daring berlangsung, saya sebagai Guru pun mulai mengalami “mati gaya” untuk mencari model pembelajaran daring yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Saat ini saya mengajar  Bahasa inggris di jenjang kelas 9 SMP swasta di Surabaya, banyak sekali kendala yang saya dan murid hadapi selama pembelajaran daring. Pembelajaran berbasis proyek menjadi salah satu solusi saat daring namun ternyata kendala lain muncul yaitu tidak ada wadah yang bisa mengapresiasi proyek yang telah dilakukan oleh siswa sehingga murid tidak memiliki motivasi untuk memberikan hasil yang terbaik. Kondisi ini menyebabkan menurunnya keaktifan siswa saat pembelajaran daring, umpan balik yang saya berikan ketika akhir pembelajaran rupanya belum cukup memotivasi mereka untuk semangat dalam belajar daring. Di sisi lain banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya lebih banyak bermain game online daripada mengerjakan proyek sekolah, alasannya karena siswa beranggapan setelah proyek dikumpulkan juga tidak ada hal yang membuat mereka berkesan dan dihargai proyeknya. Kondisi ini membuat saya sedih dan mengevaluasi cara saya dalam memberikan umpan balik saat siswa mengumpulkan proyek / karya mereka secara daring. Pernah suatu ketika saya meminta mereka mengumpulkan video atau foto karya melalui grup WA murid, namun banyak yang memilih tidak mengumpulkan dengan alasan takut di kritik teman-temannya, sebagian yang lain malah memilih mengumpulkan lewat WA pribadi ke saya.


Tantangan Pembelajaran Daring

Tantangan yang saya hadapi adalah bagaimana saya bisa membuat wadah pamer karya secara daring sebagai media apresiasi terhadap usaha murid dalam mengerjakan proyek / karya sekolah. Bukan hal mudah apalagi disaat daring, tentunya saya harus mencari referensi media daring apa yang sesuai untuk pameran karya murid. Media daring tersebut haruslah user friendly dan bisa diakses dengan mudah oleh siswa dan umum tentunya. Saya benar-benar harus meluangkan waktu dan tenaga untuk mempelajari media daring untuk pamer karya murid karena media ini sangatlah berpengaruh terhadap tingkat motivasi murid dalam belajar daring. Banyak sekali media daring yang bisa digunakan untuk pamer karya, namun saya juga harus mempertimbangkan tingkat kesulitan dan kemudahan akses bagi siswa saya. Hal inilah yang membuat saya harus melakukan riset platform digital yang cocok bagi saya dan siswa. Salah satu referensi yang saya gunakan adalah dari SKGB. Saya banyak belajar mengenai teknologi untuk memanusiakan hubungan dan membangun keberlanjutan. Kondisi saat ini menuntut Guru untuk bisa meningkatkan kompetensi dibidang teknologi agar pembelajaran tidak membosankan.

Google Sites Untuk Media Pamer Karya Virtual Siswa

Saya mencari berbagai referensi lewat internet dan pada akhirnya saya merasa ada suatu media daring yang cukup mudah digunakan dan user friendly bagi semua kalangan yaitu menggunakan Google Sites. Bukan hal baru sebenarnya, namun saya belum pernah menggunakan platform Google Sites sebelumnya sehingga saya berusaha untuk utak atik sendiri. Di luar dugaan ternyata penggunaannya cukup mudah dan menyenangkan. Saya mulai mengupload semua hasil karya murid berupa gambar ataupun video ke Google Sites yang sudah saya personalisasi menggunakan nama kelas yang saya ampu. Fiturnya beragam dan user dengan mudah mengubah tata letak, background,font dan lainnya. Setelah mengupload semua hasil karya murid saya mulai mensosialisasikan platform Google Sites kepada murid agar mereka juga bisa mengakses nya dari rumah. Google Sites juga memungkinkan user untuk dapat mengedit dan mengupdate dengan cepat selain itu karena merupakan platform google sehingga saya bisa menggunakan akun Gmail saya untuk login dan membuat akun Google Sites saya sendiri, Tidak ribet dan menghemat waktu saya. Salah satu murid saya ada yang memberikan respon ^Bu kalau begini saya jadi tahu ya ternyata karya saya itu kalo diliat virtual gini jadi keren ya, dan saya jadi merasa ingin membuat karya yang lain^. Mendapat respon demikian, maka saya bisa menyimpulkan langkah saya memakai Google Sites untuk pamer karya virtual siswa sudah berada di jalan yang benar.


Platform Google Sites Kelasku 

Setelah saya mensosialisasikan platform Google Sites kelas kepada murid saya melalui grup WA siswa banyak sekali perubahan yang nampak. Murid saya awalnya terkejut tapi kemudian mereka merasa bangga hasil karyanya bisa tampil online dengan tampilan media yang colourful dan cantik banget lah. Sebagian diantara mereka ada yang malu dengan hasil karyanya karena merasa kurang bagus (akhirnya mereka memiliki kesadaran mandiri), sebagian yang lain malah merasa bangga dan pamer ke orangtua serta teman-temannya. Setelahnya mereka tidak  sabar untuk segera mengerjakan proyek sekolah lagi. Alasannya, kata mereka karena mereka ingin menampilkan karya terbaik yang bisa dipamerin ke orang tua dan teman-temannya. Motivasi murid saya melejit secara otomatis karena mereka merasa dihargai dan diberikan wadah pameran karya yang keren banget apalagi disaat daring begini. Tak lupa sayapun membagikan praktik baik saya kepada rekan sejawat.  Pada awalnya mereka skeptis dan menganggap sulit, namun setelah saya bimbing pelan-pelan merekapun sangat senang karena ternyata mudah sekali membuatnya dan benar-benar menarik tampilannya serta mudah diakses karena menggunakan akun Google. Sebagian diantara teman sejawat ada yang bertanya buat apa sih susah-susah bikin media pamer karya, jika ada siswa yang tidak mengumpulkan ya anggap saja dia tidak niat belajar, justru dengan murid tidak mengumpulkan karya seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi diri kita, apa ya yang salah dengan metode pembelajaran saya kok banyak banget murid yang malas mengumpulkan proyek atau karya nya. Dari sinilah akhirnya teman-teman saya juga paham bahwa murid butuh media apresiasi juga. Hasil pamer karya yang saya buat bisa diakses pada link berikut :

 

https://sites.google.com/view/quantum-class-9c/halaman-muka


Amilia Khasanah Marzuki, ST

Guru Bahasa Inggris Quantum Class

Tim Redaksi (TW), 20-05-2021

  1. Siasati Masa Pandemi, Gelar Aneka Lomba Daring
  2. Pendidikan Karakter Lewat Kegiatan Jumat Berkah
  3. Bangun Budaya Literasi, Coba Optimalkan Peran Perpustakaan
  4. Jumat Berkah, SMP Taruna Jaya Berbagi Nasi Kotak
  5. Meraih Impian Masuk SMA dan SMK Negeri dengan Prestasi Lomba
  6. Asesmen berbasis Kompetensi pada Ujian Praktik Daring Tahun Ajaran 2020-2021
  7. Berbagi Kebaikan dalam Jumat Berkah
  8. Rizky Amelya, Peraih Nilai AKM Tertinggi di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya Mendapat Penghargaan dari MKKS Surabaya Utara
  9. Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Teknologi E-Learning dengan Pelatihan Microsoft 365
  10. Sosialisasi Penggunaan Microsoft 365 Untuk Pembelajaran Daring di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya
  1. Tidak Ada Yang Tidak Mungkin, Selama Kita Mencoba dan Berusaha
  2. Pameran Karya Virtual dengan Google Sites
  3. Belajar Dasar-Dasar Teknologi Kapal Laut dan Kapal Selam di Sains
  4. Games “Guess the Picture” Media Pembelajaran untuk Materi Descriptive Text
  5. Pegunungan Ditinjau dari Sains dan Al Quran
  6. Ramadhan 1442 H Penuh Berkah
  7. Shining Ramadhan
  8. Pocket Code dan Pocket Paint sebagai Media Belajar di Kelas Quantum
  9. Filosofi Semanggi dan Ilmu
  10. Mewaspadai Varian Baru Corona B117 dan D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19
  1. Jadwal PAT Kelas 7 dan 8 Tapel 2020-2021
  2. Lowongan Guru Bahasa Indonesia
  3. Jadwal Ujian Sekolah Daring, Tapel 2020-2021
  4. Lowongan Guru Bahasa Inggris
  5. Lowongan Tenaga Security dan Tenaga Kebersihan