OPINI

Pocket Code dan Pocket Paint sebagai Media Belajar di Kelas Quantum

Kelas Quantum adalah salah satu kelas yang memiliki program belajar inovatif, kreatif dan modern. Semua metode belajar bisa digunakan, asalkan sesuai dengan kondisi dan kemampuan siswa. Istilahnya adalah menggunakan blended learning yang merupakan gabungan antara keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan pembelajaran secara virtual. Guru yang mengajar, tentunya dituntut untuk selalu kreatif dalam menggunakan metode belajar yang menyenangkan, sekaligus bermakna. Jika Menteri Pendidikan telah menggaungkan program Merdeka Belajar, maka itulah prinsip yang diterapkan di kelas Quantum ini. Guru dan siswa memiliki kebebasan memilih metode belajar yang sesuai, dan tidak hanya melalui penjelasan guru dari depan kelas.

Apa yang membuat kelas Quantum berbeda adalah penerapan Pendidikan 4.0 yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan siswa. Siswa belajar menggunakan aplikasi e-learning sejak kelas 7 dan kemudian berlanjut hingga kelas 9. Tentunya dengan tingkat kompleksitas yang terus meningkat. Agar pembelajaran menjadi bermakna, siswa dibimbing untuk dapat melakukan riset terkait konsep yang telah diberikan, sehingga siswa bisa menarik benang merah antara konsep dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, tentunya aspek spiritual juga dapat digunakan menjadi bagian yang paling penting dalam pembelajaran harian. Program tahfidz merupakan salah satu program andalan di kelas Quantum, dengan menggunakan metode yang membuat siswa antusias untuk bersedia menghapal surah-surah dalam Al Quran. Tentunya, guru juga akan mendampingi siswa agar dapat mempelajari makna dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Saya sebagai salah satu pengajar di kelas Quantum, harus selalu melakukan riset metode, perihal apa yang bisa mempermudah pemahaman siswa terhadap sebuah konsep. Salah satu media yang digunakan di kelas Quantum adalah aplikasi coding game sederhana, yaitu Pocket Code dan Pocket Paint. Mengapa menggunakan aplikasi ini? Awalnya, karena saya merasa kesulitan membuat siswa fokus dalam pelajaran Bahasa Inggris. Saya pun kemudian mencari cara, agar siswa bisa fokus dan mampu belajar secara mandiri. Saya menggunakan aplikasi ini, karena sebelumnya mengamati bahwa siswa sudah familiar dengan smartphone dan tidak bisa lepas darinya. Karenanya saya mengambil kesempatan untuk menggunakan aplikasi yang ada di smartphone, untuk digunakan sebagai media belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Beberapa hari kemudian, saya meminta siswa membawa smartphone-nya dan menginstall aplikasi pocket code dan pocket paint. Hasilnya, mereka sangat antusias dengan gadget-nya. Semua fokus pada instruksi saya. Tampilan aplikasi yang berwarna cerah, membuat siswa fokus sampai pada tahapan ketika mereka harus memulai coding. Mereka mengaku kesulitan, karena aplikasi tersebut ternyata banyak menggunakan Bahasa Inggris. Nah, di situlah saya mulai memberikan pemahaman bahwa Bahasa Inggris itu penting. Saya menjelaskan kepada mereka bahwa dengan Bahasa Inggris kita bisa menggunakan bahasa coding apapun dengan mudah dan membuat aplikasi canggih yang kita inginkan. Dengan memahami Bahasa Inggris, maka kita bisa dengan mudah menggunakan teknologi yang terbaru sekalipun.

Para siswa pun, pada akhirnya memahami, mengapa belajar Bahasa Inggris menjadi begitu penting. Mereka pun berlomba menunjukkan hasil membuat games sederhana kepada saya, dan itu pun dapat membuat mereka menjadi ketagihan. Dalam hal ini, selain sebagai mentor, guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator. Akhirnya saya membuat kesepakatan dengan murid, yaitu mempersilakan mereka untuk bermain coding namun sambil mencari arti kata di dalamnya, guna memperkaya vocabulary mereka. Dan mereka pun setuju. Sejak saat itu, mereka dengan rajin berusaha untuk mencari arti kata yang ada di dalam coding - bahasa pemrograman Komputer - dengan menggunakan kamus. Agar dapat lebih mudah untuk dihafalkan, siswa pun bersemangat mencatatnya dalam buku khusus.

Aplikasi Pocket Code dan Pocket Paint sejatinya hanya sebagai salah satu media belajar, agar siswa juga mendapat pembelajaran bermakna. Pengalaman belajar yang mereka rasakan, tentunya akan melekat ke dalam ingatan mereka. Sebagai guru, kemampuan mencari metode belajar yang unik dan menyenangkan adalah keniscayaan. Jika berhasil, kehadiran para guru di dalam kelas, pasti akan selalu dinanti oleh para siswanya. Dengan demikian, amanat untuk memberi pembelajaran yang bermakna, juga akan dapat tercapai.

Salam merdeka belajar, merdeka mengajar! 

 

Amilia Khasanah Marzuki, ST

Guru Bahasa Inggris

Tim Redaksi (TW), 31-03-2021

  1. Siasati Masa Pandemi, Gelar Aneka Lomba Daring
  2. Pendidikan Karakter Lewat Kegiatan Jumat Berkah
  3. Bangun Budaya Literasi, Coba Optimalkan Peran Perpustakaan
  4. Jumat Berkah, SMP Taruna Jaya Berbagi Nasi Kotak
  5. Berbagi Kebaikan dalam Jumat Berkah
  6. Rizky Amelya, Peraih Nilai AKM Tertinggi di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya Mendapat Penghargaan dari MKKS Surabaya Utara
  7. Asesmen berbasis Kompetensi pada Ujian Praktik Daring Tahun Ajaran 2020-2021
  8. Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Teknologi E-Learning dengan Pelatihan Microsoft 365
  9. Sosialisasi Penggunaan Microsoft 365 Untuk Pembelajaran Daring di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya
  10. Menjalin dan Menjaga Silahturrahmi Lewat Jumat Berkah
  1. Games “Guess the Picture” Media Pembelajaran untuk Materi Descriptive Text
  2. Pegunungan Ditinjau dari Sains dan Al Quran
  3. Ramadhan 1442 H Penuh Berkah
  4. Shining Ramadhan
  5. Pocket Code dan Pocket Paint sebagai Media Belajar di Kelas Quantum
  6. Filosofi Semanggi dan Ilmu
  7. Mewaspadai Varian Baru Corona B117 dan D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19
  8. Gaess, Semangat Yuk, Sambut Ujian PTS dan PAS
  9. Games “Treasure Hunt” untuk Pembelajaran Kalimat dan Pemahaman Bahasa Inggris
  10. Wahai Guru dan Orang Tua, Yuk, Belajar dari Imam Syafii dalam Mengajar Siswanya
  1. Lowongan Guru Bahasa Inggris
  2. Lowongan Tenaga Security dan Tenaga Kebersihan
  3. Lowongan Guru Baru
  4. lowongan guru baru 2020
  5. PPDB Online SMP Taruna Jaya I