OPINI

Filosofi Semanggi dan Ilmu

Beberapa tahun yang lalu, sekolah kita mendapat tanaman semanggi dari Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS., Apt. Alhamdulillah, setelah melalui pasang surut akhirnya semanggi pemberian beliau mulai berkembang. Pada tahun awal ditumbuhkan di SMP Taruna Jaya 1 bisa tumbuh di dua box kecil. Karena pengaruh beberapa hal, semanggi tersebut akhirnya mati dan tidak tumbuh. Semanggi pada waktu itu tinggal sedikit saja.

Pada tahun pelajaran 2019-2020 guru prakarya mulai berfikir untuk mengembangkan lagi. Sesuai petunjuk Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS., Apt. Tanah dan pupuk yang dibeli di pasaran harus direndam air minimal 2X24 jam. Setelah itu baru bisa ditanami semanggi. Alhamdulillah kelas 8B dan 7A berhasil menanam dengan baik. Semanggi tumbuh subur dalam beberapa box. Sedangkan kelas yang lain tidak bisa tumbuh.

Namun tidak sampai satu tahun, pandemi Covid-19 melanda seluruh negri.  Sekolah pun akhirnya daring. Semanggi ditinggalkan, padahal baru mulai merintis. Semanggi pun diteruskan menanam oleh guru prakarya. Beberapa kotak box diletakkan di depan kelas masing-masing. Namun, hanya sisi sayap kanan sekolah saja yang tumbuh subur, yang di sayap kiri tidak bisa tumbuh subur. Setelah itu, kita memindahkannya di sisi kanan dan depan ruang staf. Hasilnya cukup memuaskan. Semanggi tumbuh subur.

Dari hasil pengamatan dan praktek menanam, semanggi membutuhkan cahaya yang cukup dan air yang banyak. Kendala berikutnya adalah ketika sudah penuh dan tidak dipanen, maka semanggi ini tumbuh dengan daun yang kecil, daun banyak menjadi coklat, dan mati. Kemudian, kami mencoba menambah beberapa kotak box dan mengambil beberapa bagian yang di box lama. Hasilnya luar biasa. Semanggi dapat tumbuh subur dan daunnya cukup besar. Kita bisa melihat bahwa tanamanpun harus segera diambil dan dipisahkan ke tempat yang lain agar bisa tumbuh lebih baik dan berkembang lebih banyak lagi. Jika terlalu banyak di satu tempat, maka bukannya berkembang, tetapi malahan akan mati dan tidak bisa tumbuh dengan baik.

Lalu, Bagaimana dengan Ilmu

Ali bin Abi Thalib RA pernah berbagi petuah bijak kepada Kamil bin Ziyad. Menantu Rasulullah tersebut menegaskan kepada Kamil, ingatlah bahwa ilmu itu lebih berharga dari harta. Ilmu akan menjagamu, sementara engkau menjaga harta itu. Ilmu akan berkuasa, padahal harta sering engkau kuasai. Dan, harta akan berkurang dengan dibelanjakan, sementara ilmu semakin bertambah jika sering disalurkan.Hal ini seperti yang disebutkan dalam sebuah hadis, yaitu “Barang siapa yang mengajarkan suatu ilmu pada orang lain, maka Allah akan mengajarkan ilmu baru yang belum diketahuinya. (sumber https://ibtimes.id/ali-bin-abi-thalib-ilmu-lebih-utama-dari-harta/)
Dari sini kita bisa melihat. Filosofi tumbuhnya semanggi dan ilmu hampir sama. Semanggi semakin dikurangi,dipisah, dan dipindahkan akan tumbuh subur. Yang ditinggalkan pun juga semakin tumbuh banyak dan subur. Begitu juga ilmu. Ilmu akan semakin bertambah, jika kita mengajarkannya ke orang lain. Semakin kita mengajarkan ke orang lain, maka Allah SWT akan mengajarkan ilmu yang baru dan menambah ilmu tersebut. Kita pernah juga mengalaminya juga kan? Ini pengalaman saya sendiri. Waktu itu saya masih SMA. Sulit belajar Fisika. Suatu saat saya harus ke depan mengerjakan soal fisika yang sulit. Setelah diajari sebentar oleh guru fisika, akhirnya saya bisa mengerjakan soal tersebut. Begitu pula, ke teman-temanku, mereka minta diajari soal yang sama. Alhasil saya semakin paham dan bisa mengerjakan tipe soal yang lainnya.  Akhirnya saya suka MAFIA (Matematika, IPA, Fisika, dan Kimia).

Begitulah Ilmu, semakin kita mengajarkannya, ilmu kita akan bertambah terus.  Ini tidak terbatas ilmu di sekolah lho, Ilmu agama juga pasti akan semakin bertambah jika kita mengajarkan ke orang lain. Tentunya kita akan mendapat pahala dari Allah SWT.  Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya. (HR Muslim).
Apalagi mengajarkan ilmu yang bermanfaat ke orang lain itu juga termasuk amal jariyah. Amal yang pahalanya akan terus mengalir ke kita, walaupun kita sudah meninggal. 
 

Yuk, berbagi. Ilmu apapun yang bisa bermanfaat untuk manusia dan masyarakat. 

Kalau kamu, bagaimana pengalamanmu tentang berbagi ilmu dan menanam tanaman? 

 

Tatik Widowati, S.Si

Guru Sains

Tim Redaksi (TW), 23-03-2021

  1. Siasati Masa Pandemi, Gelar Aneka Lomba Daring
  2. Pendidikan Karakter Lewat Kegiatan Jumat Berkah
  3. Bangun Budaya Literasi, Coba Optimalkan Peran Perpustakaan
  4. Jumat Berkah, SMP Taruna Jaya Berbagi Nasi Kotak
  5. Berbagi Kebaikan dalam Jumat Berkah
  6. Rizky Amelya, Peraih Nilai AKM Tertinggi di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya Mendapat Penghargaan dari MKKS Surabaya Utara
  7. Asesmen berbasis Kompetensi pada Ujian Praktik Daring Tahun Ajaran 2020-2021
  8. Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Teknologi E-Learning dengan Pelatihan Microsoft 365
  9. Sosialisasi Penggunaan Microsoft 365 Untuk Pembelajaran Daring di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya
  10. Menjalin dan Menjaga Silahturrahmi Lewat Jumat Berkah
  1. Games “Guess the Picture” Media Pembelajaran untuk Materi Descriptive Text
  2. Pegunungan Ditinjau dari Sains dan Al Quran
  3. Ramadhan 1442 H Penuh Berkah
  4. Shining Ramadhan
  5. Pocket Code dan Pocket Paint sebagai Media Belajar di Kelas Quantum
  6. Filosofi Semanggi dan Ilmu
  7. Mewaspadai Varian Baru Corona B117 dan D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19
  8. Gaess, Semangat Yuk, Sambut Ujian PTS dan PAS
  9. Games “Treasure Hunt” untuk Pembelajaran Kalimat dan Pemahaman Bahasa Inggris
  10. Wahai Guru dan Orang Tua, Yuk, Belajar dari Imam Syafii dalam Mengajar Siswanya
  1. Lowongan Guru Bahasa Inggris
  2. Lowongan Tenaga Security dan Tenaga Kebersihan
  3. Lowongan Guru Baru
  4. lowongan guru baru 2020
  5. PPDB Online SMP Taruna Jaya I