OPINI

Mewaspadai Varian Baru Corona B117 dan D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19

Varian Baru Corona B117 

Setahun lebih kita mengalami pandemi Covid-19. Baru-baru ini muncul varian baru Corona B117 yang ditemukan di Indonesia. Temuan ini terjadi setelah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan dua warga Kabupaten Karawang positif virus Corona varian baru B117. Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menyebut ancaman virus Corona B117 ini cukup serius. Beliau mengatakan bahwa ancaman strain baru ini (B117) sangat serius. Tahun 2021 ini disebut sebagai tahun lahirnya banyak strain baru. Menurut Dicky, virus Corona B117 lebih cepat menular ketimbang Covid-19 yang sudah lama menyebar di Indonesia. Tingkat kematiannya pun cukup tinggi. Virus Corona B117 lebih cepat menular daripada Covid-19 yang sudah lama menyebar di Indonesia. Tingkat kematiannya pun cukup tinggi yaitu sebesar 30 persen lebih cepat menyebabkan kematian karena virologinya tinggi. Terlebih lagi, Beliau juga mengatakan kemampuan penyebaran virus Corona B117 di Indonesia bisa lebih cepat karena kemampuan testing dan tracing yang tidak memadai. Selain itu, isolasi karantina di Indonesia juga dinilai terlalu sebentar yaitu yaitu hanya 5 hari dibanding negara-negara lain, contohnya Italia yang karantinanya lebih dari 10 hari. (sumber : https://news.detik.com/berita/d-5480201/epidemiolog-ingatkan-ancaman-corona-b117-30-lebih-cepat-sebabkan-kematian).


D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19

Satu lagi yang harus kita waspadai yaitu D-dimer dan Pembekuan Darah Pasien COVID-19. Beberapa hari lalu dapat cerita dari teman bahwa ayahnya beberapa waktu lalu positif COVID-19. Setelah 2 pekan dirawat di Rumah Sakit, alhamdulillah setelah menjalani tes swab dua kali. Hasilnya negatif. Namun dari hasil tes ditemukan D-dimer nya 2.600. ini cukup tinggi, padahal jika normal harus kurang dari 500. Karena penasaran, akhirnya saya searching tentang D-dimer ini.

Dari https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5368328/5-fakta-penting-soal-d-dimer-indikator-bekuan-darah-pada-covid-19/. Kita bisa mendapat informasi bahwa Bapak Dahlan Iskan mantan menteri BUMN dalam salah satu blognya membahas istilah D-dimer. Dalam tulisannya yang mengutip dari seorang pakar, Dahlan Iskan menyebut D-dimer ini sangat ditakuti para dokter yang menangani pasien COVID-19 di ICU. Beliau mengatakan dalam tulisannya bahwa D-dimer adalah munculnya cendol-cendol di dalam darah. Lapisan protein tertentu dalam darah menyatu dengan teman sejenis sehingga membentuk gumpalan kecil-kecil.

Untuk lebih jelasnya. Dari halaman yang sama. Menurut dokter jantung dari RS Siloam dr Vito A Damay, SpJP(K) menjelaskan apa itu D-dimer hingga faktor penyebabnya. D-dimer adalah fragmen protein yang muncul saat bekuan darah larut dalam tubuh. D-dimer ini memang diperiksa pada pasien COVID-19. Dalam kondisi normal, tubuh memiliki mekanisme untuk melakukan pembekuan dan pengenceran darah. Pembekuan darah ini umumnya terjadi saat luka, untuk mencegah pendarahan terus-menerus. D-dimer dipakai untuk memeriksa apakah ada ada kelainan atau gangguan dalam mekanisme pembekuan darah.

Bagaimana D-dimer pada pasien COVID-19? D-dimer ini memang banyak diperiksa pada pasien yang terinfeksi virus Corona. Salah satu penyebab pembekuan darah adalah reaksi imunitas. Saat infeksi terjadi, virus SARS-CoV-2 akan menyebabkan gangguan pembekuan darah atau koagulopati.Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya penggumpalan darah atau thrombosis di vena atau pembuluh darah balik yang mengalir ke jantung. Selain itu, bisa menyumbat pembuluh darah dari jantung ke paru-paru, sehingga jika tersumbat bisa menyebabkan kematian. Prameter pemeriksaannya adalah gumpalan darah.

Apakah minum air putih yang banyak bisa mencegah penggumpalan ini? Minum air putih baik bagi tubuh, tetapi tidak serta merta bisa mengatasi penggumpalan ini. Untuk mengatasi kondisi penggumpalan darah tersebut, dibutuhkan pengencer darah yang memang khusus. Antikoagulan inilah yang akan berfungsi untuk melarutkan bekuan-bekuan darah yang berbahaya akibat peradangan infeksi SARS-CoV-2 atau pada pasien COVID-19. 

Selain banyak terjadi pada pasien COVID-19, gangguan pembekuan darah juga ditemukan pada berbagai kondisi lain. Faktor pemicunya antara lain: Pertama, Terlalu banyak rebahan. Terlalu banyak tiduran atau rebahan ternyata bisa menyebabkan pembekuan darah semakin tinggi, bahkan meski tidak terinfeksi COVID-19. Kedua, Obesitas. Obesitas ini bisa menyebabkan peradangan kronik terjadi terus-menerus, sehingga meningkatkan pembekuan darah. Dr Vito menjelaskan, sebenarnya orang yang mengalami obesitas itu sudah dalam keadaan inflamasi kronik yang disebabkan sel-sel lemak yang ada di dalam tubuhnya. Jadi kita harus hati-hati dan jaga diri.

Lalu Apa yang Harus kita lakukan?

Sementara masih lemahnya penanganan Covid-19 di Negri kita. Maka tidak ada salahnya kita meningkatkan kewaspadaan kita. Apa saja yang bisa kita lakukan?

1. Memperketat dan tetap menjalankan secara ketat protokol kesehatan Covid-19.

Tidak hanya 3M saja yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Tetapi harus diperketat 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kalau tidak keperluan penting, lebih baik stay at home.  Untuk memakai maskerpun , meskipun memakai masker bedah, sebaiknya ditambah masker kain. (ini saya pernah lihat beberapa pegawai puskesmas di Surabaya memakai dobel masker bedah dan kain). Jika memakai masker kain minimal dua lapis/tiga lapis. Tetap jaga jarak minimal 1,5 meter. Kalau perlu memakai kacamata khusus atau face shield.


2. Olagraga dan berjemur

Dari informasi di atas, meskipun stay at home, namun jangan rebahan saja ketika di rumah. Kurangi aktifitas bermalas-malasan. Yang masih muda kurangi rebahan sambil ngegame dan emak-emaknya kurangi juga rebahan sambil nonton drakor atau nonton sinetron. Lakukan olahraga. Olahraga ini bagus untuk tubuh kita. Dengan berolahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan terhindar dari berbagai penyakit. Bonusnya bisa membuat tubuh langsing, idaman emak-emak. Tentu saja olahraganya harus istiqomah (ajeg/konsisten). Ini juga harus ditambah dengan berjemur ya. Supaya kita mendapatlan vitamin D.


3. Konsumsi makanan yang bergizi

Dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi kita akan mendapat tubuh yang sehat dan dapat meningkatkan imunitas alami untuk tubuh kita. Kalau merasa masih kurang, bisa ditambah mengkonsumsi tambahan vitamin yang dapat menambah imunitas tubuh yaitu vitamin B6, C, D, dan E. Oleh karena itu, yuk sama-sama menjaga diri kita. Menjaga diri kita juga menjaga orang-orang terkasih di sekitar kita. Ditambah, kita juga harus berdoa agar kita semua sehat dan kuat. Juga, semoga pandemi ini segera berlalu. Aamiin

Tatik Widowati, S.Si

Guru Sains

Tim Redaksi (TW), 17-03-2021

  1. Siasati Masa Pandemi, Gelar Aneka Lomba Daring
  2. Pendidikan Karakter Lewat Kegiatan Jumat Berkah
  3. Bangun Budaya Literasi, Coba Optimalkan Peran Perpustakaan
  4. Jumat Berkah, SMP Taruna Jaya Berbagi Nasi Kotak
  5. Berbagi Kebaikan dalam Jumat Berkah
  6. Rizky Amelya, Peraih Nilai AKM Tertinggi di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya Mendapat Penghargaan dari MKKS Surabaya Utara
  7. Asesmen berbasis Kompetensi pada Ujian Praktik Daring Tahun Ajaran 2020-2021
  8. Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Teknologi E-Learning dengan Pelatihan Microsoft 365
  9. Sosialisasi Penggunaan Microsoft 365 Untuk Pembelajaran Daring di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya
  10. Menjalin dan Menjaga Silahturrahmi Lewat Jumat Berkah
  1. Games “Guess the Picture” Media Pembelajaran untuk Materi Descriptive Text
  2. Pegunungan Ditinjau dari Sains dan Al Quran
  3. Ramadhan 1442 H Penuh Berkah
  4. Shining Ramadhan
  5. Pocket Code dan Pocket Paint sebagai Media Belajar di Kelas Quantum
  6. Filosofi Semanggi dan Ilmu
  7. Mewaspadai Varian Baru Corona B117 dan D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19
  8. Gaess, Semangat Yuk, Sambut Ujian PTS dan PAS
  9. Games “Treasure Hunt” untuk Pembelajaran Kalimat dan Pemahaman Bahasa Inggris
  10. Wahai Guru dan Orang Tua, Yuk, Belajar dari Imam Syafii dalam Mengajar Siswanya
  1. Lowongan Guru Bahasa Inggris
  2. Lowongan Tenaga Security dan Tenaga Kebersihan
  3. Lowongan Guru Baru
  4. lowongan guru baru 2020
  5. PPDB Online SMP Taruna Jaya I