OPINI

Wahai Guru dan Orang Tua, Yuk, Belajar dari Imam Syafii dalam Mengajar Siswanya

Semua pasti tahu, siapa Imam Syafii. Beliau (w. 204 H) adalah salah satu imam besar dari imam 4 mazhab fikih. Ternyata Imam Syafii memiliki Murid Slow Learner dan Begini Cara Mengajarnya. Ditulis oleh Imam Baihaqi dalam kitab Manaqib Imam Syafii, bagaimana cara Imam Syafii, sebagai guru mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.

Sang Murid itu adalah Ar Rabi bin Sulaiman al Murady, murid paling slow learner. Berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii, tapi Robi tak juga faham. Kemudian Sang Imam mengajarkan Rabi secara privat. Hasilnya? Rabi bin Sulaiman tidak juga paham.Apakah Imam Asy-Syafii berputus asa? Lalu, Apakah Imam syafii menghakimi Rabi bin Sulaiman sebagai murid bodoh? Sekali-kali tidak.

Beliau berkata, Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmu-Nya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allah-lah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang aku ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya kepadamu.”Mengikuti nasihat gurunya, Rabi bin Sulaiman rajin sekali bermunajat berdoa kepada Allah dalam kekhusyukan. Ia juga membuktikan doa-doanya dengan kesungguhan dalam belajar. Keikhlasan, kesalehan, dan kesungguhan, inilah amalannya Rabi bin Sulaiman.

Tahukah kita? Rabi bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu ulama besar Madzhab Syafii dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwayatannya. Sang slow learner bermetamorfosis menjadi seorang ulama besar.Inilah buah dari kesabaran Imam Asy-Syafii dalam mengajar dan mendidik.(Sumber : https://www.mugtama.com/.../91619-2019-09-08-08-24-56.html )

Belajar dari Imam Syafii tadi, Pernahkah kita merenungkan, kita para guru dan orang tua sejauh apa bisa bersabar dalam mengajar dan mendidik siswa dan anak-anak kita, sebagaimana kesabaran Imam Syafii dalam mengajar ? Atau malah kita, sebagai guru dan orang tua tidak sabar dan mudah memvonis anak kita bodoh dan tidak bisa diajari. Sepertinya kita lebih sering memvonis anak didik kita tidak bisa menerima pelajaran dan kurang bersabar dalam mengajar, Apalagi di masa pandemi covid-19 ini. Seberapa kuat kita meyakini bahwa tidak ada anak dan murid yang bodoh?


Yuk, coba kita telaah mulai dari kita

Pertama dari sisi guru, di masa pandemi ini kita dituntut untuk pembelajaran daring, maka guru harus bisa menyesuakan diri dengan daring ini, membuat konten yang menarik dan aplikasi untuk pembelajaran, terpaksa harus belajar IT. Belum lagi tuntutan dari diknas utk menghadapi ujian AKM Nasional.  Ini bisa jadi sulit bagi guru yang masih merem melek IT, harus belajar ekstra untuk menguasai teknologi dan aplikasi, sekaligus mahir AKM. Ada diantara kita juga merasa kurang faham dengan aplikasi IT dan tidak faham pula membuat soal tipe AKM. Jika guru tidak faham, bagaimana siswanya. Untuk itu sekali lagi kita juga harus bersabar dengan diri kita sendiri. Semangat Belajar dan berdoa, seperti Rabi murid dari Imam Syafii.

Kedua, dari sisi Orang tua. Orang tua pun dimasa pandemi ini terpaksa menjadi guru di rumah. Orang tua disibukkan dengan belajar dan membuat tugas untuk anak-anaknya. Terpaksa belajar daring dengan aplikasinya. Membuat Orang tua juga tidak bisa bersabar dengan tugas daring anaknya. Berharap anaknya bisa sekolah tatap muka seperti dulu. Untuk itu, Para orang tua juga harus bersabar dipandemi ini, karena sekolah juga belum memungkinkan tatap muka dengan kondisi saat ini. Bagi Orang tua terus berdoa untuk kebaikan putra putrinya.

Ketiga, dari sisi siswa. Tidak jauh dengan kondisi guru dan orang tua, siswa juga dituntut untuk belajar daring. Banyaknya tugas daring dan harus membuat konten tugas online melalui aplikasi dari guru juga menambah beban tersendiri di siswa. Apalagi penjelasan gurunya dengan daring, seringkali kurang bisa ditangkap maksud pelajarannya. Akibatnya siswa tidak mengerjakan tugas PR nya. Ketika Ujian nilainya juga belum memuaskan. Untuk itu, kita guru dan orang tua pun harus memberi semangat dan mendorong siswa untuk lebih bersabar, belajar, dan berdoa.

Dengan banyaknya tantangan dan rintangan dalam belajar saat ini,  kita harus tetap  semangat belajar dan menempa diri  dan berjuang bersama. Tentu saja, para Guru, Orang tua, dan siswa harus tetap bersabar dan semangat. Kita tidak tahu pandemi ini kapan berakhirnya. 

Untuk para guru dan orang tua, mari kita doakan anak-anak dan anak didik kita agar difahamkan pelajaran oleh Allah. 

Tak lupa, untuk semua guru dan orang tua, kita motivasi anak didik kita agar gigih belajar dan berdoa kepada Allah Taala.

Tatik Widowati, S.Si

Guru Sains

Tim Redaksi (TW), 27-02-2021

  1. Siasati Masa Pandemi, Gelar Aneka Lomba Daring
  2. Pendidikan Karakter Lewat Kegiatan Jumat Berkah
  3. Bangun Budaya Literasi, Coba Optimalkan Peran Perpustakaan
  4. Jumat Berkah, SMP Taruna Jaya Berbagi Nasi Kotak
  5. Berbagi Kebaikan dalam Jumat Berkah
  6. Rizky Amelya, Peraih Nilai AKM Tertinggi di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya Mendapat Penghargaan dari MKKS Surabaya Utara
  7. Asesmen berbasis Kompetensi pada Ujian Praktik Daring Tahun Ajaran 2020-2021
  8. Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Teknologi E-Learning dengan Pelatihan Microsoft 365
  9. Sosialisasi Penggunaan Microsoft 365 Untuk Pembelajaran Daring di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya
  10. Menjalin dan Menjaga Silahturrahmi Lewat Jumat Berkah
  1. Games “Guess the Picture” Media Pembelajaran untuk Materi Descriptive Text
  2. Pegunungan Ditinjau dari Sains dan Al Quran
  3. Ramadhan 1442 H Penuh Berkah
  4. Shining Ramadhan
  5. Pocket Code dan Pocket Paint sebagai Media Belajar di Kelas Quantum
  6. Filosofi Semanggi dan Ilmu
  7. Mewaspadai Varian Baru Corona B117 dan D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19
  8. Gaess, Semangat Yuk, Sambut Ujian PTS dan PAS
  9. Games “Treasure Hunt” untuk Pembelajaran Kalimat dan Pemahaman Bahasa Inggris
  10. Wahai Guru dan Orang Tua, Yuk, Belajar dari Imam Syafii dalam Mengajar Siswanya
  1. Lowongan Guru Bahasa Inggris
  2. Lowongan Tenaga Security dan Tenaga Kebersihan
  3. Lowongan Guru Baru
  4. lowongan guru baru 2020
  5. PPDB Online SMP Taruna Jaya I