OPINI

Covid-19 dan Duka Dunia Pendidikan

Covid-19 yang awalnya berkembang di China, kemudian dengan cepat berkembang mewabah ke berbagai negara di belahan dunia. Sehingga tak satupun negara di dunia yang tidak terjamah oleh Covid-19, termasuk negara tercinta Indonesia. Oleh sebab itu, WHO telah menetapkan virus ini sebagai wabah pandemik, karena seluruh warga dunia telah terpapar oleh Covid-19. Virus ini masuk Indonesia sekitar bulan Februari 2020 ke Indonesia, semenjak itu korban berjatuhan di mana-mana. Kondisi ini tidak hanya dialami negara Indonesia saja, tetapi juga negara-negara di dunia. Dengan banyaknya korban yang bergelimpangan di mana-mana, telah menyebabkan keprihatinan tersendiri bagi rakyat Indonesia. Semenjak adanya Covid-19 menerjang Indonesia, kepanikan masyarakat terjadi di mana-mana karena memang virus yang satu ini belum ditemukan obat penawarnya. Dengan banyaknya korban, maka pemerintah  melakukan program-program tertentu termasuk PSBB untuk menurunkan angka kematian dan angka penularan covid-19. Namun usaha tersebut sampai sekarang yakni masuk awal Januari 2021 belum ada tanda-tanda wabah yang satu ini sirna dari Indonesia, justru mengalami kenaikan jumlah pasien yang terpapar covid-19. Sehingga mulai 11 - 25 Januari 2021 ini di pulau jawa-Bali diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan tujuan membendung laju angka penularan virus ini. PPKM ini mirip dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang selama ini berlaku, tetapi dengan sejumlah ketentuan baru untuk membatasi aktivitas masyarakat. Upaya-upaya ini dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi angka kematian dan penyebaran covid-19, namun disaat yang sama masyarakat masih dibuat kotraproduktif dengan kehadiran vaksin yang diklaim tidak memberikan jalan keluar. Vaksin corona Sinovac justru kehadirannya menimbulkan perdebatan akan keampuhannya, dengan kondisi ini seakan-akan penyelesaian Covid-19 masih melalui jalan terjal yang panjang di Indonesia seperti tidak berujung. Karena disaat belum diketemukannya vaksin corona juga tak lepas dari perdebatan. Ketika vaksin corona sinovac ada pun, juga menjadi debat kusir apakah mampu menjadi obat penawar bagi Covid-19. Mungkin kondisi ini tidak hanya terjadi di negara kita, tapi juga terjadi di negara-negara di dunia.

Duka Dunia Pendidikan

Covid-19 tidak hanya menimbulkan banyak korban di masyarakat, namun efeknya juga memukul sektor ekonomi, social, dan juga sektor Pendidikan. Guncangan Covid-19 tidak hanya mengurangi jumlah penduduk di Indonesia, tetapi juga mengguncang perekonomian dan dunia Pendidikan. Dari perspektif ekonomi, dampak yang ditimbulkan Covid-19 adalah bedasarkan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2020 ini menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen. Sebelumnya, pada kuartal I 2020, BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97 persen, turun jauh dari pertumbuhan sebesar 5,02 persen pada periode yang sama 2019 lalu. Kinerja ekonomi yang melemah ini turut pula berdampak pada situasi ketenagakerjaan di Indonesia. Diantaranya adanya PHK, investasi stagnan, pariwisata terhenti dan lain sebagainya. 

Situasi dan kondisi perekonomian ini tak kalah dengan kondisi yang terjadi di dunia Pendidikan. Pendidikan di Indonesia juga mengalami problematika yang besar karena tidak ada pembelajaran tatap muka, sehingga banyak bangunan sekolah-sekolah yang setiap harinya biasanya diramaikan dengan siswa melalui kegiatan belajar mengajar namun semenjak hadirnya Covid-19 semua menjadi hening. Semua sekolah tetap melakukan pembelajaran termasuk dengan virtual atau Daring secara online dan dapat dilakukan juga dengan online maupun offline. Perubahan paradigma pembelajaran dengan online ini adalah sesuatu yang baru dilakukan di Indonesia, hal ini tak lepas dari pengaruh covid-19. Kehebohanpun terjadi karena pembelajaran dengan online tidak semua dapat dilakukan karena kendala pulsa, jaringan, listrik, dan lain-lain. Sehingga pemerintah membuat kebijakan subsidi pulsa kepada siswa dan guru, tetapi apakah program ini bisa menyelesaikan permasalahan pembelajaran online menjadi efektif? Ya tidak juga, karena memang solusi itu hanya dari satu sudut pandang saja. Yaitu dari sisi pulsa mungkin dapat diatasi, tetapi dari sisi jaringan, kepemilikan siswa atas HP yang banyak tidak memiliki, jaringan koneksi internet yang tidak lancar, listrik yang mudah padam, itu masih menjadi permasalahan-permasalahan yang belum tuntas sampai sekarang. Kondisi pembelajaran secara online saja masih menyisakan masalah, belum lagi efektifitas belajar secara online terhadap daya serap siswa. Hal ini masih belum dilakukan penelitian, sejauh mana tingkat penurunan pemahaman secara keilmuan yang terjadi pada para siswa di Indonesia. Seandainya dilakukan survey kecil-kecilan pada suatu daerah tidak menutup kemungkinan penurunan itu nyata adanya, maka tidak salah kalau ada yang mengatakan Indonesia terancam lost generation. 

Dengan adanya belajar online bagi siswa telah melahirkan percikan-percikan kecil dalam keluarga, karena belajar online menuntut kehadiran orang tua yang harus bisa memerankan menjadi guru di rumah. Sedangkan disaat yang bersamaan orang tua harus bekerja karena tuntutan kehidupan saat ini dan untuk masa depan yang akan datang. Dilihat dari sudut pandang ini saja dapat diintepretasikan bahwa pembelajaran online bagi siswa belumlah efektif dan ketidak efektifan ini berdapak serius terhadap mutu atau kualitas daya serap siswa terhadap pengetahuan. Kondisi pandemic covid-19 ini benar-benar adalah duka bagi Pendidikan di Indonesia, kesempatan emas generasi saat ini yang digadang-gadang akan menjadi pemain utama disaat bonus demografi yang terjadi pada tahun 2030 sampai dengan 2035. Pada tahun tersebut diprediksi ada 52 persen penduduk Indonesia dengan usia produktif, namun dengan adanya Covid-19 yang terancam terjadi adalah lost generation apakah sanggup Indonesia mengambil keuntungan disaat bonus demografi tiba? Jawabnya kita harus tetap optimis semoga Indonesia tetap maju dan jaya.

Wardikin, M.Pd

Guru Matematika

 

Tim Redaksi (TW), 20-02-2021

  1. Siasati Masa Pandemi, Gelar Aneka Lomba Daring
  2. Pendidikan Karakter Lewat Kegiatan Jumat Berkah
  3. Bangun Budaya Literasi, Coba Optimalkan Peran Perpustakaan
  4. Jumat Berkah, SMP Taruna Jaya Berbagi Nasi Kotak
  5. Berbagi Kebaikan dalam Jumat Berkah
  6. Rizky Amelya, Peraih Nilai AKM Tertinggi di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya Mendapat Penghargaan dari MKKS Surabaya Utara
  7. Asesmen berbasis Kompetensi pada Ujian Praktik Daring Tahun Ajaran 2020-2021
  8. Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Teknologi E-Learning dengan Pelatihan Microsoft 365
  9. Sosialisasi Penggunaan Microsoft 365 Untuk Pembelajaran Daring di SMP Taruna Jaya 1 Surabaya
  10. Menjalin dan Menjaga Silahturrahmi Lewat Jumat Berkah
  1. Games “Guess the Picture” Media Pembelajaran untuk Materi Descriptive Text
  2. Pegunungan Ditinjau dari Sains dan Al Quran
  3. Ramadhan 1442 H Penuh Berkah
  4. Shining Ramadhan
  5. Pocket Code dan Pocket Paint sebagai Media Belajar di Kelas Quantum
  6. Filosofi Semanggi dan Ilmu
  7. Mewaspadai Varian Baru Corona B117 dan D-dimer Pembekuan Darah Pasien COVID-19
  8. Gaess, Semangat Yuk, Sambut Ujian PTS dan PAS
  9. Games “Treasure Hunt” untuk Pembelajaran Kalimat dan Pemahaman Bahasa Inggris
  10. Wahai Guru dan Orang Tua, Yuk, Belajar dari Imam Syafii dalam Mengajar Siswanya
  1. Lowongan Guru Bahasa Inggris
  2. Lowongan Tenaga Security dan Tenaga Kebersihan
  3. Lowongan Guru Baru
  4. lowongan guru baru 2020
  5. PPDB Online SMP Taruna Jaya I