OPINI

Sigap Temani Anak, Sambut Masa SMP

Anak anda akan segera lulus SD? Tak lama lagi, putera kecil anda akan segera mengarungi petualangan di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Apakah anda, sedang dilanda galau tingkat tinggi, saat hendak melepas putera kesayangan untuk duduk di bangku SMP? Apakah masa SMP dewasa ini, masih serupa dengan masa-masa kita, saat berpakaian putih biru, pada belasan tahun lalu? Lantas, apakah kita sudah merasa cukup sigap, dalam mendampingi petualangan putera-puteri SMP kita, yang tengah hidup di era android?

Sebagai orang tua, tentu kekhawatiran tersebut menjadi cukup alasan. Meski tidak sama, mungkin akan mirip dengan kejadian ketika anda menghantarkan anak saat pertama masuk di bangku Sekolah Dasar (SD). Hari pertama sekolah, kala itu tentu menjadi hari besar yang membuat ibu kalang kabut. Menyiapkan sarapan lebih pagi, memeriksa tas sekolah, mempersiapkan seragam, sepatu, topi, dasi, serta perlengkapan sekolah lain yang perlu dicermati di hari pertama masuk sekolah.

Pernak-pernik di awal SD tersebut, akan sedikit terasa ketika orang tua memutuskan untuk menyekolahkan putera-puterinya di sekolah lain. Menyekolahkan di SMP yang bahkan terletak di lokasi yang jauh dari rumah, tentu akan membawa konsekuensi tersendiri. Saat hendak masuk SMP, banyak orang tua yang dilanda aneka kekhawatiran. Seperti misalnya perasaan khawatir saat melepas anak untuk pertama kalinya pergi ke sekolah seorang diri, gelisah apakah anak anda akan mudah untuk menyesuaikan diri, siapa kelak teman barunya, atau mungkin bagaimana ia akan belajar bahasa Inggris untuk yang pertama kali, serta pertanyaan seputar tugas dan pekerjaan rumah yang akan diberikan di banku SMP, dan segudang pertanyaan lain.

Di sisi lain, mungkin si anak juga akan mengalami nervous. Seminggu sebelum masuk sekolah, ia akan bertanya apakah sanggup untuk mengikuti pelajaran di SMP, lalu apakah guru-gurunya menyenangkan, bagaimanakah wajah teman-teman barunya, atau berbicara di depan kaca sambil mengamati apakah potongan rambutnya sudah sesuai dengan gaya rambut anak SMP, dan seterusnya. 

Berbicara lebih dalam lagi, sebenarnya kekhawatiran orang tua tersebut, lebih bertumpu pada gambaran tentang kesangsian orang tua terhadap kemampuan sekolah menengah dalam menyambut dan mempersiapkan anak remaja untuk menapak masa depan yang sukses. Dapat disampaikan, bahwa di dalam kekhawatiran orang tua, terdapat ketidakyakinan apakah sekolah mampu dan mengenal si anak, seperti halnya orang tuanya? Lalu, apakah perbedaan sebagai modal bawaan si anak, berikut keprihatinan orang tua, sekiranya juga mampu dibaca oleh sekolah? 

Menyadari akan fenomena tersebut, orang tua dapat mengambil inisiatif. Dalam hal ini, sadarilah bahwa anak memang perlu dukungan anda, untuk menjawab aneka kekhawatiran tersebut. Sadari, bahwa andalah yang lebih mengerti tentang kesiapan diri anak anda, dalam melangkah ke bangku SMP. Jaga dukungan itu, demi kemajuan dan keberhasilan anak anda.

Taruna Jaya I Surabaya

Berikut, beberapa tips yang dapat orang tua lakukan, saat anak anda siap untuk dihantarkan ke dalam lingkungan petualangan baru:

Bantu Anak dalam Menjalani Masa Orientasi

Ini merupakan tahap awal, ketika anak anda menyentuh lingkungan barunya. Tugas orang tua, memastikan ia akan berhasil, dan memiliki motivasi baru. Untuk itu, orang tua bisa meminta kepada sekolah untuk memberikan nomor yang dapat dihubungi dengan mudah. Anda juga dapat meminta pin BB, nomor whatsApp, Line, facebook, twitter, atau yang lain, yang memungkinkan anda bisa berinteraksi dengan pihak sekolah. Namun pastikan, setiap kali berhubungan dengan pihak sekolah, pastikan bahwa anak anda tidak mengetahuinya. Ada kemungkinan, si anak justeru akan tidak percaya diri, karena merasa diawasi, atau masih dianggap seperti anak kecil.

Berhubungan dengan guru BK, akan sangat dianjurkan. Usahakan, sehari sebelum kegiatan orientasi dimulai, ajak anak anda untuk mengunjungi sekolah. Kemudian bantu anak dalam mempersiapkan pernak-pernik yang dibutuhkan selama masa orientasi berlangsung. Beri dukungan dan semangat, saat ia merasa lelah sepulang menjalani masa orientasi di sekolah. Jangan lupa, beri dukungan saat esok pagi ia kembali berangkat ke sekolah.

Dampingi Anak dalam Perjalanan ke Sekolah

Bagi anda yang hendak melepas anak untuk berangkat ke sekolah secara mandiri, anda perlu untuk mendampingi mereka hingga beberapa hari. Jika anak anda naik sepeda, anda menemaninya sambil bersepeda, hanya sampai pada jalan raya depan sekolah. Jika menggunakan kendaraan umum, usahakan ia bisa mengambil langkah darurat saat terjadi sesuatu hal di terminal, atau semacamnya. Anda dapat menemaninya, untuk beberapa hari, sambil bersama-sama menjalani rute kendaraan umum, menuju ke sekolah.

Dampingi Anak di hari Pertama Sekolah

Untuk menjawab kekhawatiran di hari pertama sekolah, orang tua dapat mengumpulkan informasi perihal kawan SD si anak yang kebetulan sekolah di SMP yang sama. Kemudian ajak kawan SD si anak, untuk sekedar makan siang, atau kunjungi rumahnya dan berkenalan dengan orang tuanya. Jika anak berkenan, sampaikan keinginan anda untuk turut menemaninya ke sekolah. Yakinkan, bahwa anda selalu ada untuk mendampinginya dalam menghadapi segala kesulitan di sekolah baru.

Lengkapi Atribut Sekolah Anak

Belanja atribut sekolah, merupakan langkah yang menyita banyak waktu. Sebagai orang tua, luangkan waktu anda sejenak dan penuhi kebutuhannya. Jangan sampai, anak anda merasa malu, atau kehilangan semanngat, akibat mengalami kesalahan atau kekurangan dalam memenuhi atribut sekolah yang seharusnya dibawa. Untuk itu, anda dapat berinisiatif, untuk meminta daftar atribut yang sesuai dengan aturan berpakaian di SMP. 

Ada baiknya, jika anda membiarkan anak untuk berkonsultasi dengan temannya. Jika ada aturan yang agak longgar, beri kesempatan pada anak, untuk memilih atribut seperti yang ia inginkan. Tujuannya, agar hal tersebut dapat membuat ia merasa nyaman dengan lingkungan barunya.

Pelajari Peraturan Sekolah

Mintalah buku panduan tentang aturan dan tata tertib selama di sekolah. Hal ini dapat menjaga, agar anak tidak bermasalah di tahun pertama ia bersekolah di bangku SMP. Bantu anak, agar dapat beradaptasi dengan aturan yang ditetapkan oleh sekolah. Beri saran jika diperlukan, namun usahakan memposisikan diri anda sebagai teman yang siap untuk membantu anak.

Tanyakan ke sekolah, jika ada peraturan yang bersifat bias atau mengambang. Komunikasikan ke sekolah, jika anak anda memperoleh hukuman yang tidak wajar, namun sampaikan dengan baik dan bijak. Jika anak anda terbukti salah, jangan dibela, namun tetap harus diberi motivasi bahwa ia berhak diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Ikuti perkembangannya, melalui peran guru BK atau wali kelas.

Bantu Anak menjadi Manajer

Menjadi manajer untuk diri sendiri, bukan hal mudah. Terlebih, jika anak terindikasi mengalami stres akibat tekanan dari lingkungan belajarnya yang baru. Untuk itu, anda dapat mulai membantunya untuk membuat perencanaan dan pengelolaan arsip. Beri contoh langsung, tentang apa yang seharusnya ia lakukan terhadap setiap pekerjaan rumahnya, buku pelajarannya, kegiatan ekstrakulikuler, LKS, atau yang lain. Bantu anak sesering mungkin, karena ia memang masih memerlukan waktu untuk beradaptasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan, tentu saja waktu. Manajemen waktu merupakan hal penting bagi anak seusia SMP. Anak perlu diajari untuk melakukan review, terhadap kegiatannya di sekolah. Usahakan ia akan memperoleh ruang waktu yang produktif. Dampingi ia dalam memilih kegiatan non akademik, namun tetap beri keleluasaan kepada anak, untuk memilih kegiatan yang mampu membuatnya merasa nyaman dan percaya diri.

Jaga Kemesraan Komunikasi

Masa pra remaja akan mengalami banyak petualangan baru. Sadari bahwa itu hal wajar bagi anak seusianya. Namun, usahakan anda tetap memiliki waktu untuk berbicara dan berdiskusi dengan anak. Jika suatu ketika anak terkesan untuk enggan berbicara, maka mulai lakukan pendekatan dengan melempar isu-isu kecil, sehingga ia dapat terpancing untuk mulai mengobrol dengan anda. Ajak anak anda berbicara, kapan pun itu bisa dilakukan, meski hanya sekilas, misalnya: saat mengemudi, saat memasak, atau saat makan bersama. Jangan memberi kesan menghakimi atau selalu berlagak menggurui kesalahan si anak. Coba akui kebenaran tindakannya, puji prestasinya, dan dukung kegiatan ekstrakulikuler yang digemari sang anak.

Waspada terhadap Kehadiran Teman Pengganggu

Tidak hanya di bangku SMP saja, sebenarnya banyak siswa yang merasa takut, khawatir, atau tertekan saat ia mulai ditindas oleh teman sekolahnya. Di-bully, begitu bahasa kerennya. Di bangku SMP, anak anda memang tetap dimungkinkan untuk mengalami hal itu. Pastikan bahwa sekolah memiliki peraturan untuk menangani hal tersebut.

Coba ajarkan atau beri motivasi kepada anak, ketika ia mulai mendapat ancaman atau gangguan. Beri saran kepadanya, agar ia tidak menunjukkan kemarahan atau ketakutan, di depan si pengganggunya. Menurut riset, itu justru akan membuatnya merasa lebih kuat. 

Sampaikan kepada anak anda, bahwa ia dapat menghubungi orang dewasa di sekolah, atau guru tertentu yang anda rekomendasikan untuk dihubungi. Pastikan kepada sang anak, bahwa anda sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah, dan telah memberikan garansi kepadanya. Selain itu, mintalah kepada anak agar selalu didampingi oleh seorang teman, yang sekiranya bisa memberi bantuan. Dan yang terpenting, jalin komunikasi dengan pihak sekolah, untuk memberikan rasa aman kepada anak.

 

Demikian, beberapa tips yang dapat dilakukan. Tips tersebut disadur dan dikembangkan dari sebuah artikel milik GreatSchools, berjudul Getting ready for middle school. Semoga bermanfaat :)

 

Yuniawan Heru S

Yayasan Pendidikan Taruna Jaya

Pengurus Yayasan Pendidik, 17-04-2014

  1. Sambang Kampung membuat batik sibori
  2. SMP Taruna Jaya I Sekolah Prestasi
  3. Pendidikan era 4.0
  4. Ingin Optimalkan Alat Peraga, SMP Taruna Jaya Kunjungi PT Wardhana
  5. QUANTUM KELAS
  6. SMP Taruna Jaya Gelar Workshop Pembuatan Soal Ujian Online
  7. SMP Taruna Jaya Nyatakan Siap Songsong Tahun 2019
  8. Perkuat Visi Sekolah, Kepala Sekolah Ajak Galang Kebersamaan
  9. Kepala Sekolah, Sampaikan Sasaran Mutu 2019
  10. USBN SMP Taruna Jaya I
  1. Goodbye, Sekolah (Swasta) Murah!
  2. Kenali dan Selamatkan Siswa dari Narkoba
  3. Surono Danu dan Kelahiran Buah Pikiran
  4. Prestasi dan Budaya Organisasi Sekolah
  5. Sekolah yang Ramah dan Bersahabat
  6. Work Party di Kebun Sekolah
  7. Bosan Menjadi Guru?
  8. Environmental Education Berkemerdekaan
  9. Mengapa Memilih Sekolah Swasta?
  10. Guru Terbaik dengan Hasil Karya Yang Bermanfaat
  1. Lowongan untuk tenaga pegawai dan guru baru
  2. Lowongan Tenaga Administrasi
  3. Lowongan untuk tenaga staf admin dan pegawai koperasi
  4. Lowongan untuk tenaga guru baru
  5. pengumuman guru olah raga