OPINI

Work Party di Kebun Sekolah

Kebun tak terawat

Masa liburan sekolah adalah masa panjang yang ditunggu oleh seluruh siswa. Tak terkecuali bagi siswa SMP Taruna Jaya I Surabaya. Namun demikian, libur panjang membawa kerugian bagi kebun sekolah. Terlebih jika liburan sekolah, berlangsung selama musim hujan. Pemeliharaan yang diserahkan hanya pada penjaga kebun, tak sanggup menaungi seluruh kebun tematik yang ada. Akibatnya, banyak tanaman liar yang tumbuh di sekitar area kebun. Kebun sekolah yang sebelumnya tampak asri, kini berubah menjadi semak belukar dan tampak tak terawat. Lantas, bagaimana solusinya?

Pengalaman dari Pritha Golden dan Karin Pfeiffer-Hoyt, yang diilustrasikan oleh  Britt Appleton, tampaknya dapat digunakan sebagai masukan bagi penanganan kebun sekolah, pasca liburan panjang. Langkah pertama, sekolah dapat merekrut sukarelawan yang disarankan diambil dari komunitas pada lingkungan sekitar sekolah, seperti: wali murid, atau warga masyarakat yang tinggal sebagai tetangga sekolah. Dalam hal ini, guru dapat berperan dalam memberikan rekomendasi relawan potensial, hingga melakukan tindak lanjut bersama dengan bidang Kesiswaan. Jika kesulitan, tampaknya tim Taruna Hijau adalah relawan paling potensial untuk menyelesaikan masalah di kebun sekolah. Siswa baru, setelah mendapat sedikit pelatihan singkat, juga dapat direkrut sebagai sukarelawan yang juga menjanjikan.

Sebelum beraksi, relawan dapat disertakan dalam tahap perencanaan dan pengambilan keputusan terhadap proyek penanganan kebun sekolah pasca liburan panjang. Aksi menggandeng relawan lingkungan dari luar sekolah, juga disarankan. Bahkan, mereka juga dapat dilibatkan untuk menghadiri pesta kebun, saat panen akan berlangsung nanti. Pihak sekolah, juga dituntut untuk cermat dalam menggandeng relawan yang dapat secara reguler diundang dari tahun ke tahun, melalui sebuah event cinta lingkungan. Harapannya, tercipta kesinambungan program terhadap praktik pengelolaan kebun sekolah.

Perencanaan Penanganan Kebun Sekolah

Setelah terpilih relawan, maka langkah pertama yang dapat dilakukan adalah work party! Yang namanya pesta, tentu suasananya harus dibalut dalam keceriaan. Dalam bahasa pergaulan kita, work party biasa disebut sebagai kerja bakti! Dalam hal ini, pimpinan sekolah dituntut agar mampu membuat suasana kerja bakti menjadi menyenangkan. Sebisa mungkin para peserta didorong seakan tidak merasa sedang bekerja, terlebih dalam himpitan target atau beban tertentu. Setiap peserta work party, harus tertambat dalam suasana yang nyaman dan penuh semangat. 

Kerja Bakti membangun Kebun Sekolah

Sebelum melaksanakan kerja bakti, para relawan yang dapat terdiri dari guru, siswa, LSM, atau warga sekitar sekolah, dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok besar. Setiap kelompok, akan memiliki prioritas tugas yang berbeda-beda. Setiap kelompok, juga tidak harus terdiri dari anggota kelompok dalam jumlah yang sama. Misalkan saja, tugas mencabut rumput, lebih membutuhkan banyak anggota, ketimbang tugas menyiram tanaman. Setiap kelompok, hendaknya dipilih seorang pemimpin yang terlebih dahulu dapat dikumpulkan, sembari menyimak demonstrasi pada suatu bentuk penanganan khusus. Misalnya, terkait dengan teknik pemotongan ranting atau daun. Tugas kerja bakti yang diurutkan berdasarkan diagram prioritas, akan dapat membantu untuk mengevaluasi pekerjaan khusus yang belum dapat dituntaskan. Semua alat yang akan digunakan, hendaknya dapat dicermati sesuai dengan kebutuhan pada diagram tugas. Beberapa form isian, dapat disiapkan untuk membantu pengecekan daftar pekerjaan. Kesemuanya dipersiapkan sebagai bagian dari tahap pra-kerja bakti.

Sesaat sebelum kerja bakti dimulai, Kepala Sekolah atau pihak yang ditunjuk, dapat melakukan kegiatan pemanasan atau permainan sederhana, untuk sekedar memompa semangat. Gambaran tentang tujuan pelaksanaan kerja bakti, juga perlu untuk disampaikan kepada seluruh peserta work party. Selain itu, Kepala Sekolah dapat mulai menyampaikan informasi keberagaman kebun tematik, dan tujuan dari keberadaan setiap kebun sebagai basis laboratorium sekolah. Tugas yang memerlukan keterampilan khusus, dapat didemonstrasikan kepada relawan secara langsung. Demikian pula larangan khusus yang diberlakukan, untuk menjaga kelestarian tanaman atau keselamatan peserta kerja bakti. Di akhir work party, para relawan dapat dikumpulkan kembali, dalam padanan konsep ice breaking. Seraya memberi ucapan terima kasih, Kepala Sekolah dapat mengajak diskusi untuk menampung aneka saran sebagai umpan balik, bagi kemajuan kebun sekolah di masa depan. Penghargaan dalam bentuk sertifikat atau apresiasi lain, sangat dianjurkan agar diberikan oleh pihak sekolah kepada para relawan.

Berikutnya adalah tahap work party follow up, dimana Kepala Sekolah dan jajarannya, dapat mencermati daftar tugas yang tidak dapat diselesaikan dalam kegiatan kerja bakti baru lalu. Dokumen yang diisi sejak kerja bakti berlangsung, dapat dilanjutkan sebagai upaya pemeliharaan kebun sekolah secara formil. Setiap foto hasil kerja bakti, dapat tetap disimpan dan kembali ditampilkan saat kelak panen raya berlangsung. Jadi, kerja bakti tidak sekedar mobilisasi pekerjaan, dan work party juga tidak sekedar upaya bersenang-senang untuk menyalurkan kelebihan energi.

Maintenance FormPada form Maintenance Plan, dapat dilanjutkan pembagian tugas. Tentunya berdasarkan skala prioritas yang telah ditetapkan oleh Kepala Sekolah. Misalnya saja pekerjaan pembibitan dilakukan oleh siswa kelas 7 A dan 7 B, maka Kepala Sekolah dapat melakukan verifikasi checklist tersebut. Jika pekerjaan mencabut rumput liar telah ditetapkan sebagai prioritas pertama, maka kelompok kerja yang bertugas menyelesaikannya, juga harus di-check hasil karyanya. Di sebelah kanannya, Kepala Sekolah dapat memberikan catatan kecil, sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan kebun sekolah.

Maintenance Log

Setelah form maintenance plan, terisi hingga 1 semester, maka Kepala Sekolah dapat menunjuk guru penanggung jawab pada setiap bulannya. Setiap relawan, akan diberikan form Maintenance Log, yang akan diberikan oleh guru penanggung jawab. Form harian, berisi keterangan waktu ketika relawan berada di kebun, dan juga tugas apa saja yang berhasil ia selesaikan pada waktu itu. Diberikan pula catatan, yang dapat ia gunakan, sebagai bahan isian untuk form berikutnya yang diberikan oleh guru penanggung jawab. Catatan ini dapat berfungsi sebagai kartu kendali, yang dapat diolah oleh setiap guru penanggung jawab pada bulan berjalan.

Form maintenance log, merupakan tindakan detil yang diperas dari form Maintenance Plan yang dibuat oleh Kepala Sekolah. Untuk skala kelompok besar, misalnya saat siswa diajak oleh guru untuk mengunjungi kebun sekolah, dapat dibuat form Sign-In beserta keterangan yang diberikan. Penjaga kebun, dapat diberi tugas untuk mengawal form ini. Kartu kendali semacam ini, dapat digunakan untuk menelisik, ketika terjadi suatu peristiwa khusus. Misalnya, ketika terjadi kehilangan alat-alat berkebun, atau pada saat buah yang sedianya sudah siap panen tiba-tiba hilang atau rusak. Dengan bantuan kartu kendali ini, maka penjaga kebun akan dapat dimudahkan dalam menelusuri setiap permasalahan baru yang ada.

Sign in Sheet

Demikianlah, semoga bermanfaat. Bagaimana dengan kebun sekolahmu?

 

oleh:

Yuniawan Heru Santoso

Pengurus Yayasan Pendidikan Taruna Jaya

YP Taruna Jaya, 09-08-2016

  1. Kunjungan ke Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya
  2. Juara II Kompetisi Futsal tingkat SMP
  3. Surabaya leadership dan Enterpreneur ship challenge
  4. Prosesi Sertijab Pengurus Osis Periode 2018-2019
  5. sholat dhuhur berjamaah
  6. juara I kejurda cherleader jawa timur
  7. Juara I Futsal Piala Trofeo di SMP AL-Azhar kelapa gading
  8. LDKS 2018
  9. Parenting dan Sosialisasi UNBK dan UBS
  10. ujian praktek
  1. Kenali dan Selamatkan Siswa dari Narkoba
  2. Surono Danu dan Kelahiran Buah Pikiran
  3. Prestasi dan Budaya Organisasi Sekolah
  4. Sekolah yang Ramah dan Bersahabat
  5. Work Party di Kebun Sekolah
  6. Bosan Menjadi Guru?
  7. Environmental Education Berkemerdekaan
  8. Mengapa Memilih Sekolah Swasta?
  9. Guru Terbaik dengan Hasil Karya Yang Bermanfaat
  10. Menapak Arah Program Full Day Schools
  1. Lowongan tenaga administrasi sekolah
  2. Lowongan Tenaga Kebersihan
  3. Pengumuman Jadwal PAS Semester Ganjil
  4. Tiga Jari Ijasan tahun 2017
  5. Pemberitahuan Daftar Ulang