OPINI

Environmental Education Berkemerdekaan

Kami merasa beruntung, ketika beberapa tahun lalu memutuskan untuk mengusung konsep environmental education. Mengapa demikian? Iya, SMP Taruna Jaya kini tidak lagi kebingungan manakala ada pertanyaan kritis yang mengiringi perayaan kemerdekaan RI, seperti halnya kehadiran momen 17 Agustus 2015 kali ini. Indonesia sudah 70 tahun merdeka, namun tetap saja, kita hanya mampu menjawab secara normatif untuk setiap pertanyaan dasar.

Sebelumnya, kami rasa kita akan cukup gelagapan, manakala ada pertanyaan,"Apa kontribusi sekolah untuk kemerdekaan bangsa ini?" atau jika ada yang bertanya,"Apa rencana sekolah ini untuk mengisi kemerdekaan ke depan?"

Tentu, kami tidak ingin memberi jawaban normatif, semisal "Kami ingin mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, bertaqwa dan berkarakter!" atau dengan jawaban,"Kami akan terus mengabdi demi memajukan pendidikan anak bangsa!" dan seterusnya, dan sebagainya. Yang kami rasa, hal itu adalah jawaban normatif yang sebenarnya, mengesankan kebingungan dari pelontar jawaban.

Lantas, apa keberuntungan kami dengan environmental education? Tentu saja, karenanya, kami menjadi memiliki jawaban konkrit. Karenanya, kami menjadi memiliki tahapan yang jelas, terkait dengan masa depan anak didik yang kini belajar di SMP Taruna Jaya I Surabaya.

Pertama. Environmental education, memberi kesempatan kepada setiap guru untuk menjalin kemitraan dengan setiap potensi lingkungan, baik itu secara individual maupun organisasional untuk merancang dan melaksanakan tindak kreatif, atau menggelembungkan inovasi yang ada di otak mereka. Untuk apa? Tentu saja, untuk menjaga stabilitas lingkungan kemerdekaan yang telah diraih. Dan kemudian mengisinya dengan segala bentuk potensi peningkatan kualitas lingkungan, demi kesejahteraan bersama.

Gelora para guru tersebut, diharapkan dapat melahirkan pemikir-pemikir yang reflektif. Memiliki ide-ide segar, dan mampu menampung pemahaman dan kesadaran terhadap kompleksitas lingkungan sekitarnya. Guru reflektif, akan mampu merangsang ide-ide segar yang melahirkan solusi dari setiap tangan anak didiknya.

Kedua. Pendidikan berbasis lingkungan, atau environmental education, memungkinkan kepada para guru untuk memberi kesempatan kepada setiap anak didik, untuk bergerak. Anak didik akan didorong untuk mengguncang rasa ingin tahu mereka, perihal lingkungan tempat mereka bersosialisasi sehari-hari. Menguasai isu-isu atau masalah yang terkait dengan lingkungan mereka, dan kemudian dirangsang untuk mencari solusi terkait.

Dalam hal ini, environmental education akan sanggup melahirkan pembelajar yang terhubung dengan lingkungan. Mendorong siswa untuk memahami dan memiliki kepekaan solutif terhadap lingkungan masing-masing. Oleh karena itu, SMP Taruna Jaya I Surabaya, kemudian memperluas dimensi kelas belajar, dimana tak lagi hanya berkutat pada dimensi bangun ruang saja.

Hal penting lain, anak didik juga akan diajak untuk menarik kesadaran masyarakat terhadap lingkungan mereka sendiri. Untuk itu, environmental education membuka lebar partisipasi dari setiap individu untuk berani mengeksplorasi isu-isu lingkungan, terlibat dalam pemecahan masalahnya, dan tergerak untuk turut mengambil tindakan, guna memperbaiki kondisi lingkungan masing-masing.

Ketiga. Environmental education memiliki misi yang selaras dengan program jangka pendek tentang "mengisi kemerdekaan". Secara makro, environmental education menyiapkan seluruh elemen bangsa untuk membangun kesehatan dan kesejahteraan bangsa, melalui kelestarian lingkungan. Lingkungan dalam hal ini, tidak hanya berkutat pada keasrian tumbuh-tumbuhan saja. Melainkan juga bergerak pada dimensi hewani, dan tentunya juga pada aspek sosial budaya manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Terkait dengan hal tersebut, dimensi lingkungan yang hendak disentuh, juga akan terkait dengan aspek ekonomi, politik, dan bahkan pada ranah pertahanan keamanan. Dalam hal ini, environmental education merupakan media yang sesuai untuk membangun persatuan bangsa. Ketika dalam skala kecil misalnya, value gotong royong kemudian digunakan dalam kegiatan kerja bakti, maka sejatinya telah terikat beberapa simpul-simpul persatuan bangsa.

Pada kondisi demikian, bangsa Indonesia akan mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, dalam perspektif yang sebenarnya. Kesehatan lingkungan, ternyata juga telah merangkum kesehatan sosial dalam berbangsa dan bermasyarakat. Dalam hal ini, kearifan lokal tetap akan bertengger pada setiap komunitas lokal. Kebanggan terhadap pengetahuan lokal, dibutuhkan dalam menyelesaikan setiap permasalahan masing-masing komunitas. Namun di sisi lain, juga akan dapat merangkai sendi-sendi pengetahuan bangsa secara makro, dalam bingkai kesadaran berbangsa. Kesadaran berbangsa dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. 

Keempat. Environmental education menelurkan program keberlanjutan, yang sesuai dengan visi kemerdekaan. Mengawal kemerdekaan, sebenarnya identik dengan menjaga keberlangsungan, agar bangsa ini tetap merdeka. Dalam hal ini, kemerdekaan dicapai, tidak hanya untuk memenuhi hasrat jangka pendek. Melainkan untuk menopang target kemakmuran jangka panjang.

Keluasan dimensi tersebut, sejalan dengan konsep environmental education yang mencetak anak didik yang memiliki empati. Artinya, bersikap lebih mengutamakan kepentingan umum. Kepentingan bangsa dan negara, lebih mulia ketimbang hanya menjaga keberlangsungan masa depan kelompok atau golongan. 

Sejalan dengan itu, environmental education berpotensi untuk mencetak warga negara yang beretika dan penuh tanggung jawab. Kedua hal ini, diperlukan dalam mengawal visi kemerdekaan, sehubungan dengan keberlanjutan kehidupan lingkungan berbangsa dan bernegara. Contoh kecil misalnya, seseorang yang membuang sampah di sungai. Melalui environmental education, dapat ditarik partisipasinya untuk memiliki etika dan tanggung jawab yang sama terhadap keamanan, keselamatan, dan keberlangsungan stabilitas lingkungan di sepanjang daerah aliran sungai. Demikian seterusnya, pada kasus yang lain.

Kelima. Environmental education berpotensi untuk mencetak pemikir yang mandiri. Mengisi kemerdekaan, tak cukup dengan hanya menjaga keberlangsungan, jika tanpa memiliki kemandirian. Kemandirian, akan menopang ketangguhan bangsa dalam mengatasi setiap permasalahannya.

Environmental education mampu merangsang kreatifitas dan inovasi yang dapat dipergunakan untuk membangun kesejahteraan umum. Potensi bangsa Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah, merupakan modal dasar yang dapat menunjang misi kemandirian. Sehubungan dengan itu, environmental education dapat mengupayakan perencanaan, pemeliharaan, dan pengolahan hasil budidaya, sehingga dapat dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran lingkungan.

Selain itu, pada titik tertentu environmental education juga dapat mengoptimalkan jiwa kewirausahaan dalam melestarikan kemandirian bangsa. Kewirausahaan merupakan aspek penting yang dapat digunakan untuk melestarikan kemandirian bangsa. Melalui program-program kewirausahaan, khususnya pada pengelolaan hasil bumi, diharapkan mampu menggerakkan sektor riil. Kemapanan sektor riil, terbukti sanggup untuk menjaga kekuatan ekonomi bangsa pada krisis 1998.

Dirgahayu Republik Indonesia

Demikianlah, mari kita gunakan environmental education sebagai "bambu runcing" dalam melawan kebodohan, adu domba, dan kemalasan. Mari bersama, kita jaga kemandirian, keberlangsungan dan keberlanjutan kemerdekaan bangsa. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-70.

 

Yuniawan Heru Santoso

Pengurus Yayasan Pendidikan 

Taruna Jaya Surabaya

pengurus yayasan, 13-08-2015

  1. Kunjungan ke Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya
  2. Juara II Kompetisi Futsal tingkat SMP
  3. Surabaya leadership dan Enterpreneur ship challenge
  4. Prosesi Sertijab Pengurus Osis Periode 2018-2019
  5. Juara I Futsal Piala Trofeo di SMP AL-Azhar kelapa gading
  6. sholat dhuhur berjamaah
  7. LDKS 2018
  8. juara I kejurda cherleader jawa timur
  9. Parenting dan Sosialisasi UNBK dan UBS
  10. ujian praktek
  1. Kenali dan Selamatkan Siswa dari Narkoba
  2. Surono Danu dan Kelahiran Buah Pikiran
  3. Prestasi dan Budaya Organisasi Sekolah
  4. Sekolah yang Ramah dan Bersahabat
  5. Work Party di Kebun Sekolah
  6. Bosan Menjadi Guru?
  7. Environmental Education Berkemerdekaan
  8. Mengapa Memilih Sekolah Swasta?
  9. Guru Terbaik dengan Hasil Karya Yang Bermanfaat
  10. Menapak Arah Program Full Day Schools
  1. Lowongan tenaga Guru
  2. Lowongan tenaga administrasi sekolah
  3. Lowongan Tenaga Kebersihan
  4. Pengumuman Jadwal PAS Semester Ganjil
  5. Tiga Jari Ijasan tahun 2017